'Class of Lies' drama pembunuhan dengan plot twist tak terduga (rensensi drama korea)
Penulis: rochmanadr
Class of Lies
·
Identitas drama
Judul:
Class of Lies
Eps:
16
episode
Jenis
film/genre: misteri, thriller,
hukum
Sutradara:
Sung Yong-il, Park Ji-hyun
Perusahaan
produksi: Studio Dragon
Tahun
rilis : 2019
Pemain:
Yoon Kyun-sang, Geum Sae Rok,
Lee Jun-young, Han So Eun, Kim Myung-ji, Choi Kyu Jin, Jang Dong-joo, Jung
Da-eun
·
Sinopsis drama
Gi Moo-hyeok (Yoon Kyun-sang) adalah seorang pengacara
handal yang selalu memenangkan setiap kasus. Ia dikenal sebagai pengacara egois
yang melakukan berbagai macam cara untuk memenangkan kasus. Kali ini, ia
mendapatkan kasus untuk membela anak SMA bernama Kim Han-soo (Jang Dong-joo) yang
terjerat dalam kasus pembunuhan Jung Su-ah (Jung Da-eun). Tugasnya adalah
meminta keringanan hukuman, tetapi ia malah berusaha untuk membuat kliennya
terbebas dari hukuman. Karirnya yang ada di puncak kejayaan langsung sirna dan
berada di roda terbawah. Lisensinya sebagai pengacara ditangguhkan dan ia
dipecat dari kantor.
Keinginannya untuk membuktikan Han-soo tak bersalah
membuat Moo-hyeok menyamar sebagai guru honorer di SMA Chunmyung. Ia bertemu
dengan siswa elit yang bernama Han Tae-ra (Han So Eun), Na Ye-ri (Kim
Myung-ji), Lee Gi-hoon (Choi Kyu Jin), dan Yoo Beom-jin (Lee Jun-young).
Sekolah tersebut Nampak mencurigakan lantaran Moo-hyeok melihat perkelahian di rooftop
pada malam hari. Selain itu, Moo-hyeok dikenal sebagai guru yang menyenangkan, sehingga
membuat murid-murid menyukai pelajarannya.
Gi Moo-hyeok bertemu dengan Ha So-hyeon (Geum Sae Rok)
yang merupakan guru BK dan Wali Kelas 3. Moo-hyeok adalah asisten wali kelas 3,
maka dari itu pastinya sering berhubungan dengan So-hyeon. So-hyeon adalah guru
yang menegaskan keadilan dan membela kebenaran. Ia selalu membela Han-soo yang
dituduh sebagai pelaku pembunuhan. Ketika mengetahui bahawa Moo-hyeok adalah
pengacara Han-soo, So-hyun mencari kebenaran yang sebenarnya atas apa yang
terjadi pada Han-soo bersama Moo-hyeok.
·
4
Alasan Menonton Drama Korea Class of Lies
1. Cerita yang penuh teka-teki
Drama ini menyuguhkan
cerita yang penuh dengan teka-teki. Penonton akan diajak untuk mencari siapa
pelaku pembunuhan Jung Su-ah yang sebenarnya. Beberapa kandidat pelaku yang
dikira adalah pelaku sebenarnya, ternyata ada rentetan cerita lain yang
menyertainya sehingga pelaku sebenarnya harus dicari lagi.
2. Karakter para pemain yang abu-abu
Beberapa tokoh
diceritakan dengan sifat abu-abu seperti Moo-hyeok adalah seorang pengacara
yang menyamar menjadi guru, ia mengelabuhi semua orang untuk menyelidiki kasus
pembunuhan Jung Su-ah. Beom-jin adalah siswa terbaik di SMA Chunmyung dan
menjadi panutan seluruh siswa ternyata mengendalikan orang-orang yang ada di
sekolah itu. Gi-hoon adalah siswa tampan yang ternyata adalah seorang
penguntit, memotret Jung Su-ah secara diam-diam. Ye-ri adalah trainee idol
yang memiliki sifat buruk seperti membully, menyebarkan fitnah, dan memiliki
temperamental yang buruk. Tae-ra adalah siswi yang dipuji-puji lantaran
memiliki banyak bakat dan dicintai keluarganya, ternyata ia melakukan hal-hal
baik hanya untuk membentuk citra baik saja.
3. Pengacara yang bekerja sama dengan jaksa penuntut
Gi Moo-hyeok
bekerja sama dengan Cha Hyung-jung yang berprofesi sebagai jaksa penuntut dalam
kasus pembunuhan Jang Su-ah. Mereka berdua ternyata adalah teman semasa
perkuliahan. Pada awalnya, mereka berdua memiliki hasil kasus yang berbeda,
namun banyak hal yang mengganjal. Hal itulah yang membuat Hyung-jung mau
mendengarkan Moo-hyeok dan bekerja sama untuk menemukan siapa pelaku pembunuhan
yang sebenarnya.
4. Class of Lies merupakan drama yang cukup dark
Hal ini dibuktikan
dengan pembunuhan yang ternyata melibatkan siswa SMA. Seorang psikopat yang
melakukan segala cara untuk kehidupannya yang tenang. Ia memiliki sifat egois
dan manipulatif.
·
Kelebihan
Drama
Korea Class of Lies adalah drama dengan alur cerita yang menarik
lantaran di episode awal telah disuguhkan dengan pembunuhan seorang gadis SMA.
Masalah yang diangkat dalam drama ini bukan hanya kasus pembunuhan, melainkan
juga tentang bullying, kasus suap, prostitusi, dan masalah keluarga.
Premis yang mengungkapkan sisi gelap sekolah elit tersebut berhasil memberikan
keteganngan dalam drama. Plot twist yang dihadirkan juga menjadi bumbu
tersendiri dalam alur cerita. Selain itu, pengembangan karakter yang luas
membuat penonton merasa terpukau seperti karakter Moo-hyeok yang semula egois
dan ingin menang berubah menjadi lebih peduli terhadap kebenaran dan keadilan.
Sebagian
besar adegan diambil dengan pengambilan gambar close-up untuk menangkap
emosi karakter. Drama ini juga mampu mempertahankan ketegangan yang dimunculkan
di setiap adegannya. Set properti yang digunakan mendukung jalannya penceritaan
kalangan atas seperti sebuah ruangan untuk rapat Beom-jin dan teman-temannya
yang merupakan siswa elit dengan nuansa yang elegan dibuktikan dengan adanya
sofa mewah dan gorden yang berbeda dari ruangan lain. Pencahayaan yang lebih
redup juga memberikan kesan misterius dan suram. Pemilihan lokasi yang tepat seperti ruang kelas, ruang guru, ruang
siswa elit, ruang latihan, dan ruangan lainnya telah menciptakan perasaan yang
terkurung sesuai dengan peran karakternya yang merasa terkurung dalam dunia
kebohongan yang diciptakannya.
·
Kekurangan
Drama ini hanya
berfokus pada pemecahan kasus, sedangkan hubungan pertemanan dan kisah cinta
yang dibangun dalam cerita kurang kuat. Sempat merasa bosan saat berada di
tengah-tengah cerita lantaran penceritaannya tidak menguak kasus dari sisi lain
dan terlalu banyak subplot yang dihadirkan. Akhir dari drama ini juga membuat
penonton membuat penafsiran sendiri dan membuat penonton bertanya-tanya
bagaimana kisah dari tokoh lainnya.



Komentar
Posting Komentar