Ginda:Yuk Anak Muda Harus Melek Politik

Ginda:Yuk Anak Muda Harus Melek Politik.

Penulis: Rochmana Dwi Rahayu

19/4/2024


Talkshow bersama Ginda Ferachtriawan, Anggota DPRD Solo di FIB UNS Jumat (19/4/2024).

(Foto: Berliana Rizqy Amanda)


SOLO – Anak muda harus melek politik. Anak muda harus mengetahui dunia politik untuk mengetahui kebijakan-kebijakan yang ada. Hal ini disampaikan Ginda dalam talkshow yang bertema Anak Muda Melek Politik, Jumat (19/4/2024).

“Kebijakan publik terjadi di ruang politik, walaupun politik belum tentu ideal,” ujar Ginda.

Sebagai Anggota DPRD Solo Fraksi PDI-P yang telah menjabat selama 10 tahun, Ginda sempat menyindir bahwa anggota dewan harus mempunyai kompetensi dan identitas untuk mencari solusi terbaik, hal ini semestinya sesuai dengan gaji yang diberikan.

Pria berusia 49 tahun itu menyebutkan bahwa gaji seorang anggota dewan berkisar Rp 43 juta. Nominal ini belum termasuk dana dinas yang berkisar Rp 3,5 juta hanya untuk biaya penginapan saat ke luar kota. Dana untuk transportasi maksimal berkisar Rp 4 juta untuk pulang pergi.

“Saya pernah dinas ke Banjarmasin dengan anggaran transportasi Rp 4 juta itu bebas mau pakai pesawat, kapal, atau mobil. Saya dapat pesawat Rp 3,5 juta. Nah, ternyata di Banjarmasin hotel paling mahal Rp 1,7 juta dan Rp 2,5 juta, sedangkan budget penginapan 3,5 juta per malam. Wah untung banyak dong? Saya jawab iya lumayan pulang malah bisa bawa oleh-oleh,” tutur Ginda.

Menjadi anggota dewan sejak 2014 tentunya memerlukan modal yang besar. Jika biasanya berkampanye menghabiskan uang Rp 500 juta – Rp 1,5 miliar, pria yang telah mendaftar bakal calon Wali Kota Solo DPC PDI-P 2024 itu cukup menghabiskan dana Rp 220 juta pada kampanye pertamanya dengan target warga kampung, misalnya ibu-ibu dan bapak-bapak, serta memasang MMT di tembok-tembok dan beberapa tiang.

Pada kampanye menuju periode kedua, tahun 2019 Ginda mengeluarkan dana sebesar Rp 160 juta saja dengan targetnya fokus kepada anak-anak muda dan tetap memasang vinyl (stiker kampanye) dan MMT. Suara yang didapatnya juga turun ketika dana yang dikeluarkan lebih sedikit yaitu mendapat  2.210 suara dari yang sebelumnya 2.600 suara (pada 2014).

Selain membahas tentang dana yang diperoleh sebagai anggota dewan, Ginda juga membahas tentang hal-hal yang diperjuangkannya. Sebagai anggota dewan yang dapat mengubah peraturan daerah, pada tahun 2016 Ginda telah memperjuangkan pajak hiburan seperti pajak event yang semula bernilai 25% telah turun menjadi 15%.

Anggota DPRD Solo Fraksi PDIP-P itu juga memberitahukan bahwa berpolitik dapat dilakukan dengan aktif dan pasif bagi mahasiswa.

“Anak muda bisa berpolitik dengan aktif berpolitik, aktif berkampanye, lalu mencoblos. Selain itu, anak muda juga dapat berpolitik dengan pasif seperti membaca berita, melihat suatu aksi kampanye, lalu mencoblos,” jelas Ginda.

Dalam berpolitik, hal yang paling penting adalah terealisasinya kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Jika suara kita tidak didengar oleh wakil rakyat, maka viralkan!” tutur Ginda.


Sesi diskusi bersama Ginda Ferachtriawan, Anggota DPRD Solo di FIB UNS, Jumat (19/4/2024). (Foto: Berliana Rizqy Amanda)


Pria kelahiran 1975 yang berharap membawa perubahan itu juga melakukan diskusi terbuka bersama klub skateboard di Purwosari untuk sharing cara berpikir anak muda yang open minded dan berpikir luas.



Komentar

Postingan Populer